Jangan Merokok Sembarangan, Berbahaya!

5231db04b6197d260b7573a91c985dda
Ilustrasi perokok. (pinterest)

The Tobacco Atlas 2015 menunjukkan data bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama dunia perokok pria. Indonesia meraih peringkat tersebut karena jumlah perokok pria terbanyak di negara ini, sebagian besar atas usia 15 tahun. Jelas itu merugikan mereka yang merokok, namun mereka yang menghirup asapnya juga terkena dampaknya. 

Cukup miris, melihat persentase perokok di Indonesia yang sudah menduduki peringkat pertama (46,16%) se-ASEAN di tahun 2009, berdasarkan The Tobacco Atlas 3rd edition. Menurut Tobacco Control Support Center (TCSC) IAKMI, terjadi 1,74 juta kematian akibat rokok pada 2013. Data dari Universitas Indonesia, yang dilansir dari beritasatu.com, menyatakan setiap hari sekitar 500 orang meninggal dunia di Indonesia dengan perincian data terakhir jumlah korban laki-laki 100.680 jiwa dan perempuan 89.580 orang dengan total 190.260 per tahun (2010).

2016_06_10-19_57_21_f2f186fd223f96350092aebd64819ef7
Kematian akibat kardiovaskular Indonesia. (katadata)

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, dr HM Subuh, menjelaskan harga rokok yang murdah menjadi salah satu penyebab naiknya angka perokok di Indonesia. Kekhawatiran dengan harga rokok yang murah tersebut adalah mudahnya dijangkau oleh remaja, yang nantinya akan berimbas pada peningkatan perokok di usia 13-15 tahun.

Banyak orang yang kurang sadar keberadaannya di sebuah tempat umum, di mana berbagai macam orang berada di sana, salah satunya perokok. Tidak semua perokok mengacuhkan orang yang berada di sekitar mereka, namun mereka tetap merokok tanpa memerhatikan jika apa yang dilakukan itu merugikan orang lain. Sudah banyak tempat umum yang menyediakan area bebas merokok, tetapi tidak semua perokok sudi untuk menghormati para nonperokok, dan ada juga area dilarang merokok.

Dalam sebuah riset Koalisi Smoke Free Jakarta, di 1.550 tempat umum selama kurun waktu 2014-2015, ada sekitar 1.085 masih melanggar peraturan Kawasan Dilarang Merokok. Artinya sebanyak 70 persen tempat umum masih melanggar aturan tersebut. Bahkan area yang seharusnya tidak diperuntukan untuk para perokok, masih ditemukan sejumlah perokok di sana bersama dengan puntung rokok di sekitanya. Toleransi perokok dengan orang di sekitarnya masih rendah, dan adiksi mereka terhadap rokok meningkat. Di samping itu, area tersebut kurang tegas dengan peraturan yang ada. Tempat-tempat tersebut masih lengah dengan keberadaan para perokok. Tempat yang diketahui masih melanggar termasuk, mall, hotel, restoran, kantor, tempat ibadah, tempat pelayanan kesehatan, sekolah, tempat hiburan, pasar dan tempat-tempat lainnya.

Pengaruh asap rokok terhadap lingkungan dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya bagi nonperokok. Hal ini perlu ada pembatasan merokok di tempat umum. Sudah jelas perokok dilarang untuk merokok di pusat pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit. Serta sekolah, di mana anak-anak muda yang masih memiliki masa kehidupan yang panjang dapat terpengaruh atau terkena dampak dari perokok aktif di sekitar mereka. Perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tapi menghirup asap dari perokok aktif, mereka cenderung mendapat dampak yang lebih berbahaya dari perokok aktif. Mengapa? Hal ini dikarenakan, rokok mengandung tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun dan zat kimia yang dikeluarkan terdiri dari komponen gas sebesar 85% dan juga partikel. Nikotin, gas karbon monoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagian dari beribu-ribu zat di dalam rokok. Komponen asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen).

a6033f810c8e65d642eca92f1a82e7f9
Bahan-bahan berbahaya yang juga ada dalam rokok. (Kemenkes RI)

Bayangkan jika semua bahan beracun yang ada pada rokok ini terus terhisap selama kurun waktu tertentu, itu akan membunuh secara perlahan bagi perokok dan nonperokok. Jika perokok aktif tetap terus membiasakan merokok di tempat umum, itu artinya mereka secara tidak langsung berkontribusi dalam peningkatan angka kematian di Indonesia setiap tahunnya.

Seperti yang tertera pada pasal 115 Undang-Undang Kesehatan No. 36/2009 dan Pasal 52 Peraturan Pemerintah No. 109/2012 menyatakan bahwa,”Pemerintah Daerah wajib menetapkan Kawasan Tanpa Rokok di wilayahnya dengan Peraturan Daerah.” Maka dari itu, untuk pemerintah daerah lebih memperhatikan area-area yang sudah ditetapkan menjadi area dilarang merokok. Tempat umum yang sudah memiliki peraturan larangan merokok, sebaiknya pengawasan dari pemerintah dan petugas yang berada di sana lebih memperketat area tersebut jauh dari perokok, atau memberikan sanksi kepada mereka jika diketahui tetap ada perokok yang mampir merokok. Dengan hadirnya perokok aktif di tempat yang bagi nonperokok menjadi tempat bebas asap rokok, mereka akan merasa terancam kesehatannya jika para perokok tetap berada di sekitarnya.

Walau memang untuk memerangi angka kematian akibat rokok tidak mudah, mengurangi sedikit demi sedikit termasuk upaya yang baik jika dapat diterapkan. Mungkin dengan menyediakan smoking corner atau sudut untuk merokok dengan fasilitas exhaust fan yang menghadap ke atas, sehingga asap yang dihasilkan dari rokok tidak terhempas kemana-mana, atau bagi ahli teknologi dapat membuat sebuah alat pembersih udara yang dapat menyaring asap rokok menjadi udara yang lebih aman bagi pernapasan. Bisa juga dengan menaruh tanaman di sekitar tempat merokok agar asap yang dihasilkan sepadan dengan oksigen yang dihasilkan.

Terlepas dari semua itu, lebih baik berusaha mengurangi konsumsi rokok, karena manfaat yang diperoleh lebih banyak, mulai dari segi kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Angka kematian akibat rokok menurun dan kualitas hidup meningkat. Lingkungan lebih bersih dari sampah rokok dan udara bebas dari zat-zat beracun.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s